Menyikapi Kepala Sekolah Dimutasi Jadi Guru Biasa

Memutasi kepala sekolah  menjadi guru  kita disikapi secara wajar karena dasarnya sudah jelas yaitu Permen Nomor 28 tahun 2010. Yang perlu kita cermati pada pengangkatan Kepala Sekolah baru dalam jumlah besar berdasarkan hasil evaluasi dan ternyata masih ada yang tidak sesuai kriteria.  Sebetulnya jika pemerintah daerah mengacu pada peraturan yang ada, hasilnya bisa lebih objektif dan diterima semua orang.” Dalam Permendiknas No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, sudah jelas aturannya.”Pengangkatan kepala sekolah/madrasah dilakukan melalui penilaian akseptabilitas oleh tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah. (Pasal 9 Ayat 1).Tim pertimbangan melibatkan unsur pengawas sekolah/madrasah dan dewan pendidikan. (Pasal 9 Ayat 3). Nah apakah hal ini sudah dilakukan oleh para kepala daerah.

Pengangkatan Kepala Sekolah juga harus dipertimbangkan dengan asas profesionalitas dengan persyaratan ketat. Manajemen Berbasis Sekolah  perlu dilanjutkan akan tetapi akan lebih baik jika kepala sekolah bukan kepanjangan birokrasi pendidikan, sekolah harus dihentikan sebagai mesin ATM birokrasi.

Ada anggapan jabatan Kepala Sekolah adalah suatu jabatan yang prestisius, sehingga perlu dipertahankan dengan segala cara. Karakter ini harus sudah dikubur habis-habis karena tidak sesuai dengan perkembangan jaman dan azas demokrasi mental seperti ini sisa-sisa karakter peodal warisan penjajah. Jabatan Kepsek sendiri adalah seorang guru yang diberi tugas tambahan, artinya ketika masa jabatanya selama 8 tahun itu sudah habis kepsek habis kembali menjadi tenaga pengajar. Dan jabatan kepsek digantikan oleh tenaga pengajar lainya yang dilihat dari masa kerja dan pangkat golonganya.“Umumnya kepsek yang telah habis masa jabatanya enggan kembali menjadi guru seperti semula, mungkin karena gengsi sehingga dia memaksakan tetap bertahan menjadi Kepsek hingga pensiun,” kata salah seorang tenaga pengajar yang namanya enggan disebutkan. Hanya saja, kepsek yang saat dilakukan uji kinerja memiliki prestasi istimewa, termasuk prestasi tingkat kabupten, provinsi dan nasional dapat diangkat kembali menjadi kepala sekolah namun ditempatkan pada sekolah yang kualitasnya lebih rendah. Selain  itu kepsek yang kembali menjadi jadi guru masih memiliki kesempatan untuk diangkat kembali setelah satu kali periode.

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s