Petunjuk Teknis Penggunaan Dana DAK untuk SD/SDLB

SALINAN

LAMPIRAN I    PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL     NOMOR 32 TAHUN 2011 TANGGAL 9 AGUSTUS 2011

PETUNJUK TEKNIS   PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK)   BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2011   UNTUK SEKOLAH DASAR/SEKOLAH DASAR LUAS BIASA (SD/SDLB)

  1. PENDAHULUAN

 Dalam  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  ini  yang  dimaksud  dengan  Dana Alokasi  Khusus  Bidang  Pendidikan  yang  selanjutnya  disebut  DAK  Bidang Pendidikan  adalah  dana  yang  bersumber  dari  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja Negara  (APBN)  yang  dialokasikan  kepada  daerah  tertentu  untuk  mendanai kegiatan  khusus  yang  merupakan  bagian  dari  program  yang  menjadi  prioritas nasional,  khususnya  untuk  membiayai  kebutuhan  sarana  dan  prasarana  satuan pendidikan  dasar  yang  belum  mencapai  Standar  Nasional  Pendidikan  atau percepatan pembangunan daerah di bidang pendidikan dasar. Alokasi  DAK  Bidang  Pendidikan  per  daerah  dan  pedoman  umum  DAK  ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Berdasarkan penetapan alokasi dan pedoman umum DAK tersebut,  Menteri  Pendidikan  Nasional  menetapkan  petunjuk  teknis  penggunaan DAK Bidang Pendidikan.    Alokasi  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  untuk  SD/SDLB  sebesar Rp.8.033.040.000.000,-  (delapan  triliun  tiga  puluh  tiga  miliar  empat  puluh  juta rupiah). Setiap kabupaten/kota penerima DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011  wajib  menyediakan  dana  pendamping  dari  APBD  minimal  sebesar  10% (sepuluh persen) dari alokasi dana yang diterima.

II.   KEBIJAKAN DAK BIDANG PENDIDIKAN

   1.  Dana  Alokasi  Khusus  (DAK)  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  dialokasikan  untuk  menunjang  program  wajib  belajar  pendidikan  dasar  9 (sembilan)  tahun  yang  bermutu  dan/atau  pemenuhan  Standar  Pelayanan Minimal (SPM).

2.  Sasaran  kegiatan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  untuk   SD/SDLB baik negeri maupun swasta.

3.  Sesuai dengan hasil kesimpulan/kesepakatan Panitia Kerja Transfer ke Daerah  lingkup kegiatan DAK diprioritaskan untuk menuntaskan rehabilitasi ruang kelas SD/SDLB  dan  SMP/SMPLB  yang  rusak  sedang  dan  berat,  pembangunan Ruang  Kelas  Baru  (RKB)  termasuk  perpustakaan  dan  mutu  bangunan ditingkatkan menjadi kelas B yang semula kelas C, dan memperhatikan Indeks Kemahalan  Konstruksi  (IKK)  masing-masing  daerah  serta  kebutuhan  sarana peningkatan mutu.

4.  Kegiatan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  untuk  SD/SDLB  digunakan untuk pembangunan prasarana pendidikan yang terdiri atas:

a. rehabilitasi ruang kelas rusak berat dan sedang;

b. pembangunan ruang kelas baru beserta perabotnya; dan

c.  pembangunan  ruang  perpustakaan/pusat  sumber  belajar  beserta  perabotnya.

5.  Dana  Alokasi  Khusus  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  untuk  SD/SDLB sebesar Rp.8.033.040.000.000,- (delapan triliun tiga puluh tiga miliar empat puluh juta rupiah)  digunakan untuk pembangunan prasarana pendidikan dan  penyediaan  sarana  peningkatan  mutu  dengan  rentang  35%  s.d.  65% sesuai  dengan  kebutuhan  kabupaten/kota  untuk  masing-masing  kegiatan berikut:

a. pembangunan  prasarana  pendidikan  meliputi:  (1)  rehabilitasi  ruang  kelas  rusak  sedang  dan  berat,  (2)  pembangunan  ruang  kelas  baru  beserta perabotnya, dan (3) pembangunan ruang perpustakaan beserta perabotnya; dan  b. penyediaan  sarana  peningkatan  mutu  pendidikan  meliputi:  (1)  buku  pengayaan,  (2)  buku  referensi,  (3)  buku  panduan  pendidik,  (4)  alat  peraga pendidikan,  (5)  sarana  penunjang  pembelajaran/alat  elektronik  pendidikan, dan  (6)  sarana  teknologi  informasi  dan  komunikasi  pendidikan,  dan multimedia interaktif.

Contoh  rentang  penggunaan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011 Untuk SD/SDLB.

 

6.  Kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011 untuk SD/SDLB dibagi  dalam 4 (empat) kategori yaitu:

a. Kategori 1  : rehabilitasi ruang kelas rusak berat dan/atau sedang;   b. Kategori 2  : pembangunan ruang kelas baru beserta perabotnya;  c.  Kategori 3   : pembangunan perpustakaan, perabotnya dan sarana    peningkatan mutu pendidikan;  d. Kategori 4  : sarana peningkatan mutu pendidikan.

7.  Target  yang  akan  dicapai  dalam  kegiatan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran 2011 untuk SD/SDLB adalah:

a.  tersedianya ruang kelas yang cukup dan layak;

b.  tersedianya ruang perpustakaan beserta perabotnya; dan

c.  tersedianya sarana peningkatan mutu pendidikan yang memadai.

8.  Asas umum dalam pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011  meliputi:

a.  efisien,  berarti  pelaksanaan  DAK  Bidang  Pendidikan  harus  diusahakan  dengan  menggunakan  dana  dan  daya  yang  terbatas  untuk  mencapai sasaran  yang  ditetapkan  dalam  waktu  sesingkat-singkatnya  dan  dapat dipertanggungjawabkan;  b.  efektif,  berarti  pelaksanaan  DAK  Bidang  Pendidikan  harus  sesuai  dengan  kebutuhan  yang  telah  ditetapkan  dan  dapat  memberikan  manfaat  yang sebesar-besarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan;  c.  terbuka dan bersaing, berarti pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan harus  terbuka  bagi  penyedia  barang/jasa  yang  memenuhi  persyaratan  dan dilakukan  melalui  persaingan  yang  sehat  di  antara  penyedia  barang/jasa yang  setara  dan  memenuhi  syarat/kriteria  tertentu  berdasarkan  ketentuan dan prosedur yang jelas dan transparan;  d.  transparan,  berarti  menjamin  adanya  keterbukaan  yang  memungkinkan  masyarakat  dapat  mengetahui  dan  mendapatkan  informasi  mengenai pengelolaan DAK Bidang Pendidikan;  e.  akuntabel,  berarti    pelaksanaan  kegiatan  DAK  Bidang  Pendidikan  dapat  dipertanggungjawabkan;  f.  adil/tidak  diskriminatif,  berarti  memberikan  perlakuan  yang  sama  bagi semua  calon  penyedia  barang/jasa  dan  tidak  mengarah  untuk  memberi keuntungan kepada pihak tertentu, dengan cara dan atau alasan apapun;  g.  kepatutan,  yaitu  penjabaran  kegiatan  DAK  Bidang  Pendidikan  harus  dilaksanakan secara realistis dan proporsional; dan  h.  manfaat,  berarti  pelaksanaan  kegiatan  DAK  Bidang  Pendidikan  yang  sejalan  dengan  prioritas  nasional  yang  menjadi  urusan  daerah  dalam kerangka pelaksanaan desentralisasi dan secara riil dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat.

 III.  PERENCANAAN TEKNIS

Mekanisme  pengalokasian  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  untuk SD/SDLB dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:

1.  Direktorat Pembinaan SD, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian  Pendidikan  Nasional  melakukan  sosialisasi  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun Anggaran 2011 kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi;  2.  Dinas  Pendidikan  Kabupaten/Kota  melakukan  pemetaan  dan  menetapkan  sekolah calon penerima DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011 untuk SD/SDLB dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

a.  Kebutuhan  sekolah  sesuai  dengan  kegiatan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun Anggaran 2011 untuk SD/SDLB, dan   b.  Alokasi  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  untuk  SD/SDLB  yang diterima dan dana pendamping (APBD);  3.  Atas  usulan  dari  Dinas  Pendidikan  Kabupaten/Kota,  Bupati/Walikota  menetapkan  sekolah  penerima  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran 2011 untuk SD/SDLB melalui Surat Keputusan;  4.  Berdasarkan Pasal 11 Peraturan Menteri Keuangan Nomor  216/PMK.07/2010  tentang  Alokasi  dan  Pedoman  Umum  Dana  Alokasi  Khusus  (DAK)  Tahun Anggaran  2011,  daerah  wajib  menyampaikan  rencana  penggunaan  DAK Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  kepada  Direktur  Jenderal Pendidikan  Dasar  c.q  Direktur  Pembinaan  Sekolah  Dasar  dengan  tembusan kepada Menteri Keuangan c.q Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan;

5.  Dinas  Pendidikan  Kabupaten/Kota  melakukan  sosialisasi  kegiatan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  untuk  SD/SDLB  kepada  sekolah calon penerima DAK Bidang Pendidikan;  6.  Penggunaan anggaran DAK  Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011  untuk  SD/SDLB  yang  tidak  sesuai  dengan  Petunjuk  Teknis  Penggunaan  DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011  untuk SD/SDLB menjadi tanggung jawab Kepala Daerah dan SKPD yang bersangkutan;  7.  Sekolah  menerima  dan  menginventarisasikan  barang  yang  diperoleh  dari  kegiatan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011 untuk SD/SDLB.    IV.  KRITERIA  SD/SDLB  PENERIMA  DAK  BIDANG  PENDIDIKAN  TAHUN  ANGGARAN 2011.

1. Kriteria Umum:  a.  Diprioritaskan  untuk  sekolah  yang  berlokasi  di  daerah  miskin,  terpencil,  tertinggal dan terbelakang, serta daerah perbatasan dengan negara lain;  b.  Belum  memiliki  prasarana  dan/atau  sarana  peningkatan  mutu  pendidikan  yang memadai;  c.  Pada  tahun  anggaran  2011  tidak  sedang  menerima  bantuan  sejenis  baik  dari sumber dana pusat (APBN) maupun dari sumber dana daerah (APBD I atau APBD II);  d.  Setiap  sekolah hanya berhak mendapatkan satu  kategori  peruntukan  DAK  Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011 untuk SD/SDLB.

  2. Kriteria Khusus  a.  Kategori 1     1)   Diperuntukkan  bagi  SD/SDLB  yang  memiliki  ruang  kelas  rusak  berat  dengan  tingkat  kerusakan  46%  s.d  65%  dan  rusak  sedang  dengan tingkat kerusakan 31% s.d 45%;  2)   Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/SDLB) yang mempunyai  potensi  berkembang  dan  dalam  tiga  tahun  terakhir  mempunyai  jumlah siswa stabil atau meningkat; dan  3)   Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/SDLB)  dibangun di atas  lahan  milik  sendiri  (milik  pemerintah  untuk  sekolah  negeri;  milik yayasan  untuk  sekolah  swasta)  yang  dibuktikan  dengan  bukti kepemilikan berupa sertifikat atau surat kepemilikan lain yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. b.  Kategori  2    1)  Diperuntukkan bagi SD/SDLB yang memiliki jumlah rombongan belajar  lebih banyak dari jumlah ruang kelas yang ada;   2)  Sekolah Dasar/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/SDLB)  yang mempunyai  potensi  berkembang  dan  dalam  tiga  tahun  terakhir  mempunyai kecenderungan jumlah siswa stabil atau meningkat;  3)  Memiliki lahan yang cukup untuk membangun ruang kelas baru dengan  ukuran 7m x 8m, lengkap dengan perabotnya;  4)  Jika SD/SDLB tidak memiliki lahan yang cukup, maka ruang kelas baru  dapat  dibangun  bertingkat  dengan  ketentuan  konstruksi  bangunan lantai 1 (satu) telah memenuhi persyaratan untuk bangunan bertingkat. c.  Kategori 3       1)  Diperuntukkan  bagi  SD/SDLB  yang  telah  memiliki  ruang  kelas  cukup  dan  layak  tetapi  belum  memiliki  perpustakaan  dengan  luas  minimal 56m 2  serta sarana peningkatan mutu pendidikan yang memadai;   2)  Memiliki  lahan  yang  cukup  untuk  membangun  ruang  perpustakaan/  pusat sumber belajar seluas minimal 56m 2 ;  3)  Jika  SD/SDLB  tidak  memiliki  lahan  yang  cukup,  maka  ruang  perpustakaan/ pusat sumber belajar dapat dibangun bertingkat dengan ketentuan  konstruksi  bangunan  lantai  1  (satu)  telah  memenuhi persyaratan untuk bangunan bertingkat.  d.  Kategori 4       Diperuntukkan  bagi  SD/SDLB  yang  telah  memiliki  ruang  kelas  cukup  dan layak  serta  perpustakaan/pusat  sumber belajar  dengan  luas minimal  56m 2   tetapi belum memiliki sarana peningkatan mutu pendidikan yang memadai.

V.  PENYALURAN DAN PELAKSANAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN

1.  Penyaluran Dana  a. DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  disalurkan  dengan  cara  pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (Pemerintah Pusat c.q Kementerian Keuangan) ke Rekening Kas Umum Daerah (kabupaten/kota).    b. Mekanisme  dan  tata  cara  mengenai  penyaluran  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  dilakukan  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan perundang-undangan.

2.  Pelaksanaan  Pelaksanaan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  menggunakan metoda  pengadaan  barang/jasa  sesuai  dengan  Peraturan  Presiden  No.  54 Tahun 2010 dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku.   3.  Pelaksana  Pelaksana  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  adalah  Satuan Kerja  Perangkat  Daerah  (SKPD)  Kabupaten/Kota  yang  memiliki  tugas  dan tanggung jawab di bidang pendidikan.

  VI.  PENGGUNAAN  DAK  BIDANG  PENDIDIKAN  TAHUN  ANGGARAN  2011  UNTUK  SD/SDLB

Alokasi  Dana  untuk  pembangunan  prasarana  pendidikan  didasarkan  pada perhitungan  proporsi  antara  kebutuhan  pembangunan  prasarana  pendidikan  dan sarana  peningkatan  mutu  pendidikan  yang  ditetapkan  dengan  rentang penggunaan sebagaimana dimaksud pada Angka II.5.

  1. DAK Bidang Pendidikan untuk SD/SDLB (Kategori 1):  a. Penggunaan  DAK  Bidang  Pendidikan  untuk  SD/SDLB  Kategori  1,  meliputi  rehabilitasi ruang kelas rusak berat dan rusak sedang;   b. Jumlah  ruang  kelas  yang  direhabilitasi  disesuaikan  dengan  kebutuhan  sekolah  berdasarkan  hasil  pemetaan  sekolah  oleh  Dinas  Pendidikan Kabupaten/Kota;  c.  Kegiatan rehabilitasi ruang kelas menggunakan standar bangunan kelas B;   d. Alokasi dana Kategori 1 ditetapkan sebesar Rp.73.500.000,- (tujuh puluh tiga  juta  lima  ratus  ribu  rupiah)  untuk  rehabilitasi  ruang  kelas  rusak  berat  dan Rp.41.500.000,-  (empat  puluh  satu  juta  lima  ratus  ribu  rupiah)  untuk rehabilitasi  ruang  kelas  rusak  sedang,  bagi  daerah  dengan  IKK  =  1. Kabupaten/kota  dapat  menggunakan  IKK=1,  apabila  menurut  hasil perhitungan,  dengan  biaya  satuan  tersebut  telah  mencukupi  untuk rehabilitasi ruang kelas;  e. Standar  dan  spesifikasi  teknis  rehabilitasi  ruang  kelas  dijelaskan  pada  lampiran II peraturan ini.

2. DAK Bidang Pendidikan untuk SD/SDLB (Kategori 2):  a. Penggunaan  DAK  Bidang  Pendidikan  untuk  SD/SDLB  Kategori  2  meliputi  pembangunan ruang kelas baru beserta perabotnya;  b. Jumlah  ruang  kelas  yang  akan  dibangun  disesuaikan  dengan  kebutuhan  sekolah  berdasarkan  hasil  pemetaan  sekolah  oleh  Dinas  Pendidikan Kabupaten/Kota;  c.  Kegiatan  pembangunan  ruang  kelas  baru  menggunakan  standar  bangunan  kelas B dengan konstruksi bangunan tahan gempa.  d. Alokasi dana Kategori 2 ditetapkan sebesar Rp.104.500.000,- (seratus empat  juta  lima  ratus  ribu  rupiah)  dengan  rincian:  (a)  Pembangunan  ruang  kelas  baru sebesar Rp.92.000.000,- (sembilan puluh dua juta rupiah)  bagi daerah dengan IKK = 1, dan (b) Perabot ruang kelas baru sebesar Rp.12.500.000,- (dua belas juta lima ratus ribu rupiah). Kabupaten/kota dapat menggunakan IKK=1,  apabila  menurut  hasil  perhitungan,  dengan  biaya  satuan  tersebut telah mencukupi untuk pembangunan ruang kelas baru;   e. Standar  dan  spesifikasi  teknis  pembangunan  ruang  kelas  baru  dijelaskan  pada lampiran II peraturan ini.

3. DAK Bidang Pendidikan untuk SD/SDLB (Kategori 3):  a. Penggunaan  DAK  Bidang  Pendidikan  untuk  SD/SDLB  Kategori  3  meliputi  pembangunan  ruang  perpustakaan,  perabot  pendukung  perpustakaan,  dan sarana peningkatan mutu pendidikan,  b. Kegiatan  pembangunan  ruang  perpustakaan  menggunakan  standar  bangunan kelas B dengan konstruksi bangunan tahan gempa.  c.  Alokasi  dana  Kategori  3  ditetapkan  sebesar  Rp.100.000.000,-  (seratus  juta  rupiah),  terdiri:  dari  (a)  Pembangunan  ruang  perpustakaan  sebesar Rp.92.000.000,- (sembilan puluh dua juta rupiah) bagi daerah dengan IKK=1. Kabupaten/kota  dapat  menggunakan  IKK=1,  apabila  menurut  hasil perhitungan,  dengan  biaya  satuan  tersebut  telah  mencukupi  untuk pembangunan  perpustakaan;  dan  (b)  Perabot  pendukung  perpustakaan sebesar Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah);  d. Ruang  perpustakaan  yang  dibangun  beserta  perabot  pendukung  perpustakaan  dan  penyediaan  sarana  peningkatan  mutu  pendidikan  sesuai dengan kebutuhan sekolah berdasarkan hasil pemetaan  sekolah oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;  e. Standar  dan  spesifikasi  teknis  pembangunan  perpustakaan  beserta  perabot  pendukung perpustakaan dijelaskan pada lampiran II peraturan ini;   f.  Standar  dan  spesifikasi  teknis  buku,  alat  pendidikan,  sarana  penunjang  pembelajaran/alat  elektronik  pendidikan,  sarana  teknologi  informasi  dan komunikasi  pendidikan,  dan  multimedia  pembelajaran  interaktif,  diatur kemudian dalam Peraturan Menteri Pendidikan secara tersendiri .

VII.  ACUAN PENGADAAN DAK BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2011  UNTUK SD/SDLB

1.  Penggunaan  DAK  Bidang  Pendidikan  untuk  SD/SDLB  dalam  pengadaan pembangunan  prasarana  pendidikan  mengacu  pada  Lampiran  II  peraturan ini.

2.  Ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 merupakan acuan minimal dalam pelaksanaan pengadaan.

3.  Alokasi  dana  yang  ditetapkan  merupakan  besaran  patokan  biaya  tertinggi yang  menjadi  dasar  acuan  bagi  pelaksana  DAK  Bidang  Pendidikan  dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

4.  Data yang digunakan sebagai dasar penyusunan HPS adalah sebagaimana ketentuan Pasal 66 ayat (7) Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010, yaitu harga  pasar  setempat  berdasarkan  hasil  survei  menjelang  dilaksanakannya pengadaan dengan mempertimbangkan informasi yang meliputi:  a.  informasi  biaya  satuan  yang  dipublikasikan  secara  resmi  oleh  Badan  Pusat Statistik (BPS);  b.  informasi  biaya  satuan  yang  dipublikasikan  secara  resmi  oleh  asosiasi  terkait dan sumber dana lain yang dapat dipertanggungjawabkan;  c.  daftar  biaya/tarif  Barang/Jasa  yang  dikeluarkan  oleh  agen  tunggal/pabrikan;  d.  biaya  Kontrak  sebelumnya  atau  yang  sedang  berjalan  dengan  mempertimbangkan faktor perubahan biaya;  e.  inflasi tahun sebelumnya, suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah Bank  Indonesia;  f.  hasil  perbandingan dengan  Kontrak  sejenis, baik  yang  dilakukan  dengan  instansi lain maupun pihak lain;  g.  perkiraan  perhitungan  biaya  yang  dilakukan  oleh  konsultan  perencana  (engineer’s estimate); dan   h.  informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

5.  Apabila  terdapat  sisa  dana  dalam  pelaksanaan  DAK  Bidang  Pendidikan, maka  sisa  dana  tersebut  dapat  digunakan  untuk  menambah  volume  atau sasaran sesuai dengan peruntukannya.

6.  Sesuai  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  55  Tahun  2005  tentang  Dana Perimbangan,  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  hanya  boleh digunakan  untuk  membiayai  pengadaan  barang  sesuai  dengan  Petunjuk Teknis DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011 ini.

VIII.  KEGIATAN-KEGIATAN  YANG  TIDAK  DAPAT  DIBIAYAI  DAK  DAN  PEMENUHANNYA

1. Kegiatan yang tidak dapat dibiayai DAK

a. administrasi kegiatan;

b. penyiapan kegiatan fisik;

c.  penelitian;

d. pelatihan;

e. perjalanan dinas; dan

f.  kegiatan-kegiatan  yang  tidak  termasuk  dalam  Petunjuk  Teknis  Penggunaan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  untuk  SD/SDLB  seperti  izin mendirikan  bangunan,  pembebasan  tanah,  pematangan  tanah,  konsultan, dan sebagainya.

2. Pemenuhan Biaya yang tidak dapat dibiayai  DAK  Kegiatan yang tidak dapat dibiayai DAK sebagaimana dimaksud pada angka 1, pembiayaannya  dibebankan  dari  anggaran/biaya  umum  yang  disediakan melalui APBD atau sumber pembiayaan lain di luar dana pendamping.

IX.  TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

   1. Dinas Pendidikan Provinsi   a. Mengkoordinasikan  sosialisasi  pelaksanaan  DAK  bagi  kabupaten/kota  sebagai  tindak  lanjut  sosialisasi  di  tingkat  pusat  dengan  mengundang  nara sumber dari institusi yang relevan;   b. Melaksanakan  supervisi  dan  monitoring  serta  penilaian  terhadap  pelaksanaan DAK bidang pendidikan untuk SD/SDLB di kabupaten/kota;  c.  Melaporkan  hasil  supervisi  dan  monitoring  kepada  Direktur  Jenderal  Pendidikan Dasar, u.p. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar.

2. Pemerintah Kabupaten/Kota   a.  Menganggarkan  dana  pendamping  dalam  APBD  sekurang-kurangnya  10%  (sepuluh  persen)  dari  besaran  alokasi  DAK  yang  diterimanya,  sesuai dengan  Pasal  61  ayat  (1)  Peraturan  Pemerintah  Nomor  55  Tahun  2005 tentang Dana Perimbangan;   b.  Menyediakan  anggaran/dana  biaya  umum  untuk  kegiatan  perencanaan,  sosialisasi, pengawasan, biaya lelang dan biaya operasional lainnya sesuai dengan kebutuhan;  c.  Menetapkan  nama-nama  SD/SDLB  penerima  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  dalam  Keputusan  Bupati/Walikota  dan  salinannya disampaikan  kepada  Direktur  Jenderal  Pendidikan  Dasar  up.  Direktur Pembinaan  Sekolah  Dasar,  dan  Kepala  Dinas  Pendidikan  Provinsi setempat;   d.  Bertanggung  jawab  terhadap  pelaksanaan  kegiatan  DAK  di  tingkat  kabupaten/kota.

3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota    a. Menetapkan  panitia  pengadaan  kegiatan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  2011 sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;  b. Membentuk  Tim  Teknis  untuk  melakukan  pemetaan  dan  pendataan  kondisi  prasarana sekolah dan sarana peningkatan mutu pendidikan di sekolah;   c.  Membuat  rencana  alokasi  jumlah  SD/SDLB  yang  akan  menerima  DAK  Bidang  Pendidikan  per  kecamatan,  sesuai  dengan  kriteria  yang  telah ditetapkan;  d. Mengusulkan nama-nama SD/SDLB sasaran DAK Bidang Pendidikan  tahun  2011 kepada Bupati/Walikota, berdasarkan hasil pemetaan dan pendataan;  e. Menyampaikan  rencana  penggunaan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  kepada  Direktur  Jenderal  Pendidikan  Dasar  c.q  Direktur Pembinaan Sekolah Dasar dengan tembusan kepada Menteri Keuangan c.q Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan;  f.  Melaksanakan  kegiatan  pengadaan  barang/jasa  sesuai  dengan  peraturan  perundang-undangan;  g. Melaksanakan  monitoring  dan  evaluasi  serta  menyusun  pelaporan  kegiatan  DAK  Bidang  Pendidikan  dengan  mengacu  pada  Surat  Edaran  Bersama Menteri  Negara  Perencanaan  Pembangunan  Nasional/Kepala  Badan Perencanaan  Pembangunan  Nasional,  Menteri  Keuangan,  dan  Menteri Dalam  Negeri  Nomor  0239/M.PPN/11/2008,  SE  1722/MK  07/2008, 900/3556/SJ  Tanggal  21  November  2008  perihal  Petunjuk  Pelaksanaan Pemantauan Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan DAK; dan  h. Melaporkan  pelaksanaan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011  kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar up. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar.

4. Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota  Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan Peraturan  Pemerintah  Nomor  17  Tahun  2010  tentang  Pengelolaan  dan Penyelenggaraan Pendidikan yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor  66  Tahun  tentang  Perubahan  atas  Peraturan  Pemerintah  Nomor  17 tentang  Pengelolaan  dan  Penyelenggaraan  Pendidikan.  Dalam  konteks kegiatan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011,  Dewan  Pendidikan Kabupaten/Kota  memiliki  tugas  dan  tanggung  jawab  melakukan  pengawasan dalam  rangka  transparansi  dan  akuntabilitas    pelaksanaan  DAK  Bidang Pendidikan di tingkat kabupaten/kota.

5. Kepala Sekolah   a. Bersama  guru  terkait  memeriksa  kelengkapan,  kondisi,  dan  kesesuaian  barang dengan naskah Berita Acara Serah Terima;  b. Menandatangani berita acara serah terima barang di sekolah;

c.  Mencatat hasil DAK bidang pendidikan sebagai inventaris sekolah.

6. Komite Sekolah  Komite  Sekolah  melakukan  tugas  dan  fungsi  sesuai  dengan  Peraturan

Pemerintah  No.  17  Tahun  2010  tentang  Pengelolaan  dan  Penyelenggaraan Pendidikan  yang  telah  diubah  dengan  Peraturan  Pemerintah  No.  66  Tahun tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 17 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan  Pendidikan.  Dalam  konteks  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun Anggaran 2011, Komite Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab melakukan pengawasan  dalam  rangka  transparansi  dan  akuntabilitas  pelaksanaan  DAK Bidang Pendidikan di tingkat sekolah.

X   PELAPORAN, PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN SANKSI

1. Pelaporan   Laporan pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2011 dilakukan secara berjenjang, mulai dari laporan kabupaten/kota, dan laporan pusat.    Laporan Kabupaten/kota.

a.   Bupati/walikota  menyusun  laporan  triwulanan  yang  memuat  laporan  pelaksanaan  kegiatan  dan  penggunaan  DAK  bidang  pendidikansebagaimana tercantum pada Lampiran III Peraturan ini, kepada:

1) Menteri Keuangan;

2) Menteri Pendidikan Nasional; dan

3) Menteri Dalam Negeri.

b.   Penyampaian laporan triwulan sebagaimana dimaksud huruf (a)  dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat  belas) hari setelah triwulan yang bersangkutan berakhir.  c.   Rincian  pelaporan  sebagaimana  dimaksud  huruf  (a)  mengacu  pada  ketentuan  yang  tercantum  dalam  Surat  Edaran  Bersama  Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan  Nasional,  Menteri  Keuangan,  dan  Menteri  Dalam  Negeri Nomor  0239/M.PPN/11/2008,  SE  1722/MK  07/2008,  900/3556/SJ  Tanggal 21  November  2008  perihal  Petunjuk  Pelaksanaan  Pemantauan  Teknis Pelaksanaan dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).

2. Pemantauan, Evaluasi, dan Pengawasan

a. Pemantauan dan Evaluasi  Pemantauan  dan  evaluasi  pelaksanaan  DAK  Bidang  Pendidikan  dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta institusi lain sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam  Surat  Edaran  Bersama  Menteri  Negara  Perencanaan  Pembangunan Nasional/Kepala  Badan  Perencanaan  Pembangunan  Nasional,  Menteri Keuangan,  dan  Menteri  Dalam  Negeri  Nomor  0239/M.PPN/11/2008,  SE 1722/MK 07/2008, 900/3556/SJ Tanggal 21 November 2008 perihal Petunjuk Pelaksanaan  Pemantauan  Teknis  Pelaksanaan  dan  Evaluasi  Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).

b.  Pengawasan.   Pengawasan  fungsional/pemeriksaan  tentang  pelaksanaan  kegiatan  dan administrasi  keuangan  DAK  Bidang  Pendidikan  Tahun  Anggaran  2011 dilaksanakan  oleh  Inspektorat  Jenderal  Kementerian  Pendidikan  Nasional dan Inspektorat Daerah.

3. Sanksi

a. Setiap  orang  atau  sekelompok  orang  di  setiap  tingkat  pelaksana  yang  melakukan  tindakan  penyalahgunaan,  penyimpangan  pelaksanaan  kegiatan dan  keuangan  sebagaimana  tertuang  dalam  petunjuk  teknis  ini  serta peraturan  perundang-undangan  yang  terkait,  ditindak  sesuai  dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

b. Pemerintah  kabupaten/kota  yang  melakukan  kegiatan    tidak  berpedoman  pada  petunjuk  teknis  ini  serta  peraturan  perundangan  lain  yang  terkait, dipandang sebagai penyimpangan yang akan dikenai sanksi hukum.

XI   KETENTUAN LAIN

  1.  Bagi  Daerah  yang  terkena  dan/atau  terjadi  bencana  alam,  dana  DAK  bidang  pendidikan  dapat  digunakan  secara  keseluruhan  sesuai  kebutuhan  daerah terkait dengan bidang pendidikan, setelah mengajukan usulan perubahan dan mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Pendidikan Nasional.

2.  Bencana  alam  sebagaimana  dimaksud  pada  angka  1  merupakan  bencana  alam yang dinyatakan secara resmi oleh kepala daerah setempat.

3.  Mekanisme pengajuan usulan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:   a.  Pemerintah  kabupaten/kota  mengajukan  usulan  perubahan  kegiatan  kepada Menteri Pendidikan Nasional dengan tembusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar.

About these ads

One response to “Petunjuk Teknis Penggunaan Dana DAK untuk SD/SDLB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s